
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mematangkan persiapan implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun. Kesiapan tersebut mencakup penyediaan infrastruktur pendidikan serta penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah adalah memastikan setiap desa memiliki minimal satu layanan PAUD. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari implementasi Wajib Belajar 13 Tahun.
“Caranya untuk menyiapkan itu, kita dorong semua desa minimal punya satu PAUD,” ujar Mulyono.
Selain infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Sebanyak 240 guru PAUD baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) melalui program beasiswa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Menurut Mulyono, peningkatan kualifikasi tenaga pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan SDM pendidikan sebelum program Wajib Belajar 13 Tahun diterapkan.
“SDM-nya kita siapkan. Kemarin ada 240 guru yang sudah lulus sarjana pendidikan guru PAUD melalui beasiswa Pemkab Kutim,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut. Berbagai persiapan dilakukan sejak sekarang agar implementasi Wajib Belajar 13 Tahun dapat berjalan dengan baik sesuai target.
“Implementasinya langsung tahun depan. Jadi sekarang ini kita persiapan,” katanya.
Selain PAUD, Disdikbud Kutim juga terus memperkuat pelaksanaan pendidikan inklusif. Pemerintah menargetkan setiap sekolah memiliki minimal satu tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan inklusif.
Mulyono menegaskan, kesiapan infrastruktur dan SDM menjadi dua aspek penting yang harus dipastikan sebelum implementasi Wajib Belajar 13 Tahun. Dengan persiapan tersebut, pemerintah daerah berharap perluasan akses pendidikan dapat diikuti dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh wilayah Kutai Timur. (bn/adv/04)







