DP3A Kutim Dorong Seluruh Sekolah Ramah Anak, 20 Kepala Sekolah Ikuti Pelatihan

Kepala DPPPA Kutim, Idahm Cholid

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Sebanyak 20 Kepala Sekolah di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan mengikuti Pelatihan Fasilitator Daerah Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA), Rabu (10/9/2025). Kegiatan yang di selenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur ini berlangsung di ruang rapat Diskominfo Staper.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur Idham Cholid mengatakan, kegiatan yang menghadirkan narasumber fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Ramah Anak, dr. Baharuddin, M.Pd ini, ini menjadi bagian dari upaya untuk mempercepat implementasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) di seluruh satuan pendidikan di Kutim.

Menurutnya, Pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah sendiri merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan status Kabupaten Layak Anak (KLA), sehingga dibutuhkan tenaga fasilitator daerah yang memiliki kompetensi yang mampu memberikan pendampingan, membina serta membantu memverifikasi satuan pendidikan.

“Semua sekolah harus ramah bagi anak, karena kunci tumbuh kembang anak itu mengarahkan kita apakah kondisi di sekolah itu menyenangkan bagi anak,” ujarnya.

Menurut Idham, peserta pelatihan nantinya berperan sebagai fasilitator daerah yang telah terverifikasi, dengan tugas menularkan ilmu serta pengalamanya kepada sekolah-sekolah lain di wilayah masing-masing.

Ia juga berharap pelatihan ini juga harus di barengi dengan kegiatan monitoring, sehingga persoalan-persoalan yang selama ini banyak muncul bisa di minimalisisr yang kadang muncul tidak hanya berasal dari guru, melainkan juga melibatkan lingkungan sekolah, orang tua, dan masyarakat secara luas.

“Kalau tidak berkolaborasi, akan sangat berat sekali kita menciptakan sekolah ramah anak,” pungkasnya.

Melalui pelatihan dan monitoring berkelanjutan ini, DP3A berharap sekolah-sekolah di Kutai Timur dapat benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh peserta didik. (bn/adv/08)

Pos terkait

banner 468x60