Hampir 500 Guru Kutim Lulus Pendidikan Inklusi, Disdikbud Perkuat Pendampingan

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusi. Salah satunya melalui pendampingan lanjutan bagi para guru yang telah menyelesaikan pendidikan inklusi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, mengatakan, setelah menyelesaikan pendidikan inklusi, para guru kembali ke sekolah masing-masing untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Namun, dalam penerapannya di lapangan, terdapat kemungkinan adanya perbedaan antara pemahaman teori dengan kondisi yang dihadapi guru saat praktik di sekolah. Karena itu, Disdikbud Kutim kembali menghadirkan dosen untuk memberikan penguatan sekaligus menjadi ruang konsultasi bagi para guru.

“Inklusi yang tahap satu sudah lulus. Itu kan sudah tahun kemarin lulus. Mereka kembali ke sekolah untuk melaksanakan ilmunya. Mungkin teori dengan praktik ada sedikit kesenjangan. Nah, sekarang kita datangkan dosennya lagi. Kita pertemukan di situ apa-apa yang menjadi kendala,” ujar Mulyono.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar kompetensi yang telah diperoleh para guru dapat diterapkan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusi di sekolah.

Mulyono menyebutkan, pada tahap pertama terdapat sekitar 190 guru yang telah menyelesaikan pendidikan inklusi. Kemudian, pada tahap berikutnya terdapat sekitar 297 guru yang juga telah dinyatakan lulus.

Dengan demikian, jumlah guru yang telah menyelesaikan pendidikan inklusi di Kutim kini mendekati 500 orang.

“Yang sudah lulus itu pertama 190 orang. Yang kedua kemarin 297. Jadi hampir 500 orang yang sudah lulus,” jelasnya.

Ia menegaskan, peningkatan kapasitas guru menjadi bagian dari komitmen Disdikbud Kutim dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusi. Pendampingan lanjutan diharapkan dapat membantu para guru dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sekaligus mencari solusi terhadap berbagai kendala yang ditemui dalam proses pembelajaran.

Dengan penguatan tersebut, para guru diharapkan semakin siap memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik di sekolah. (bn/adv/04)

Pos terkait

banner 468x60