
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mematangkan pelaksanaan Erau Adat Kutai Timur 2026 sebagai salah satu agenda pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Mahriadi, mengatakan kegiatan tersebut akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menjaga, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kutai kepada masyarakat luas.
Erau Adat Kutai Timur 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-13 Oktober 2026 di Rumah Pore Adat Sangatta. Selain rangkaian kegiatan adat dan budaya, pelaksanaan tahun ini juga akan diramaikan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat.
“Erau bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari upaya kita untuk menjaga dan memperkenalkan budaya Kutai kepada generasi muda,” ujar Mahriadi.
Ia menjelaskan, sejumlah lomba yang disiapkan antara lain Lomba Musik Tingkilan Kutai, Lomba Kuliner Khas Kutai, serta Lomba Vlog Video. Kehadiran berbagai perlombaan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kreativitas masyarakat sekaligus menghadirkan pendekatan yang lebih menarik bagi generasi muda.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan budaya. Karena itu, Erau Adat Kutai Timur tidak hanya diarahkan sebagai agenda pemerintah, tetapi juga sebagai wadah bersama untuk membangun kecintaan terhadap budaya daerah.
Mahriadi menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata Kutai Timur. Kekayaan budaya, kuliner, seni tradisional, dan kreativitas masyarakat dapat menjadi bagian dari potensi wisata yang terus dikembangkan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus mendukung sektor pariwisata Kutai Timur,” katanya.
Melalui pelaksanaan Erau Adat Kutai Timur 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen menjaga keberlanjutan budaya daerah agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (bn/adv/04)







