
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Kondisi udara di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengalami perubahan dari yang sebelumnya pekat karena adanya dampak kabut asap tebal kebakaran, kini cenderung mulai berkurang dan mengarah normal.
Namun, hal itu tidak lantas menurunkan tingkat kewaspadaan dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, terutama terkait dampak asap yang berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari aktivitas belajar-mengajar, transportasi, hingga kegiatan ekonomi, serta yang tidak kalah penting adalah dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
“Alhamdulillah, hari ini muka semua kelihatan jelas. Sepertinya cerah,” canda Bupati Ardiansyah kepada awak mediadi kantor DPRD usai rapat Paripurna.
Menurut pria berkecamata itu pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah kongkret, dengan membatasi sejumlah kegiatan yang berpotensi menggangu aktifitas sosial kemasyarakatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
“Saya sudah mengeluarkan edaran dari kemarin untuk istirahat bagi anak-anak sekolah. Kegiatan pemerintahan yang ada di luar juga sementara kita hentikan,” ujarnya.
Bupati Ardiansyah berharap kondisi langit yang mulai cerah dapat terus berlanjut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan lebih nyaman. Selain itu, dirinya, juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan kabut asap. Warga diharapkan tidak mengabaikan kondisi lingkungan apabila asap kembali meningkat dan jarak pandang menurun.
Pemkab Kutim juga akan menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diterapkan tetap sesuai dengan situasi udara dan kebutuhan masyarakat. (bn/adv/09)







