
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Persiapan pelaksanaan perdana Erau Adat Kutai Timur 2026 terus dimatangkan. Hingga saat ini, kesiapan kegiatan yang akan di laksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten pada Oktober mendatang telah mencapai sekitar 80 persen.
Kepala Dinas Pariwisata melalui Kepala Bagian Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata akhmad Rifanie mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali di gelar ini dijadwalkan berlangsung pada 9–13 Oktober 2026.
“Benar, persiapan terus kami matangkan, tentunya melibatkan berbagai pihak termasuk pemangku adat Kutai di sini (Kutim), “ujarnya.
Kegiatan yang di rencakan akan di pusatkan di Rumat adat (Pore) Sangatta Utara akan di isi dengan berbagai agenda budaya, melibatkan berbagai unsur masyarakat. mengingat, Erau sendiri merupakan bagian dari tradisi dan warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Kutai.
Nantinya, sambung Rifanie biasa ia disapa, tidak hanya kegiatan seremonial semata, namun akan banyak melibatkan berbagai pihak agar kegiatan yang di rencakan akan di hadiri langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yakni Pangeram Aji Muahmmad Arifin ini juga mengintegrasikan berbagai unsur, yakni seni dan budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Nanti seluruh Perangkat Daerah punya peran masing-masing, diantaranya, Dinas Pendidikan berperan mengkoordinir dalam rangkaian kegiatan berkaitan dengan ritual adat. Sementara kegiatan lomba olahraga tradisional akan dikoordinir oleh Dinas Pemuda dan Olahraga. Adapun sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan dikoordinir oleh Dinas Koperasi dan UKM,”bebernya.
Sementara, untuk Dinas Pariwisata, sambung Rifanie, akan menangani sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan seni, hiburan dan ekonomi kreatif, di antaranya tampilan musik, seni pertunjukan, hiburan kesenian hingga lomba-lomba.
Rifanie menjelaskan, kolaborasi antarperangkat daerah dinilai penting untuk memastikan setiap rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara optimal. Dalam kesempatan itu, dirinya masyarakat terutama pelaku UMKM bisa memanfaatkan momen Erau memanfaatkan momentum tersebut dengan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Erau Tidak hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Kutai, kegiatan ini, juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif untuk berpartisipasi. Salah satunya melalui keterlibatan UMKM dalam mempromosikan serta memasarkan produk lokal. (bn/adv/03)







