Dispora Kutim Dorong Esport Jadi Wadah Positif Generasi Digital

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong perkembangan olahraga elektronik atau esport sebagai salah satu wadah positif bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan esport saat ini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki organisasi dan komunitas yang terus mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Dan menurutnya, pemerintah perlu hadir untuk memberikan ruang sekaligus mengarahkan anak muda agar aktivitas keahlian bermain pemainan virtual ini dapat dilakukan secara positif.

“Yang jelas esport ini cabor dan juga ada ketua cabornya. Cabor ini menjadi binaan langsung KONI. Tugas kami bagaimana mengingatkan dan mendorong KONI untuk melakukan pembinaan yang baik,” kata Basuki saat di temui diruang kerjanya.

Menurutnya, Dispora Kutim telah beberapa kali memfasilitasi kegiatan dan turnamen esport di berbagai lokasi. Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai pihakhal itu menunjukkan bahwa pengembangan olahraga menjadi tanggung jawab bersama.

Basuki menilai kehadiran kompetisi esport dapat menjadi alternatif bagi anak muda untuk menyalurkan minat dan kemampuan mereka. Dengan adanya kegiatan yang terarah, penggunaan gawai diharapkan tidak hanya digunakan untuk aktivitas yang kurang produktif.

“Adanya gadget jangan digunakan untuk melihat hal-hal yang negatif, judi online atau kegiatan lainnya. Tetapi mereka akhirnya punya kegiatan karena ada lomba dan turnamennya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tetap mendampingi anak ketika bermain gim. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak selalu harus dipandang negatif selama penggunaannya mendapat pengawasan dan batasan yang jelas.

“Orang tua harus hadir dan mendampingi pada saat anak-anak menggunakan gawainya. Supaya tahu mereka bermain apa. Yang kedua, waktunya juga harus dibatasi. Jangan sampai anak-anak terus-terusan menggunakan handphone,” jelasnya.

Basuki berharap esport dapat berkembang secara sehat di Kutim dan menjadi bagian dari pembinaan pemuda. Namun, ia menekankan bahwa aktivitas digital harus tetap seimbang dengan pendidikan, ibadah, dan kegiatan positif lainnya. (bn/adv/09)

Pos terkait

banner 468x60