
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat kesiapan layanan kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kualitas udara yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Penguatan dilakukan melalui kesiapan fasilitas kesehatan, penyediaan masker hingga penambahan dukungan tenaga medis.
Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim, Trisno, mengatakan kondisi kualitas udara menjadi salah satu hal yang terus dipantau pemerintah daerah. Pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah yang perlu dilakukan, termasuk menyesuaikan aktivitas masyarakat di wilayah yang kualitas udaranya dinilai kurang mendukung.
“Dalam menjaga kesehatan masyarakat terkait indikasi gangguan kesehatan berkenaan dengan pencemaran lingkungan tetap menjadi perhatian khusus,” ujar Trisno.
Menurutnya, pemerintah tidak menerapkan kebijakan secara seragam untuk seluruh wilayah Kutai Timur. Setiap langkah disesuaikan dengan kondisi di lapangan berdasarkan laporan cuaca dan hasil pengukuran kualitas udara di masing-masing wilayah.
Hal tersebut juga berlaku dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Trisno menjelaskan, PJJ hanya diterapkan pada wilayah tertentu yang berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara dinilai tidak memungkinkan untuk melaksanakan aktivitas fisik di luar ruangan secara normal.
“PJJ menyesuaikan dengan laporan cuaca berdasarkan kewilayahan, di mana yang dilakukan PJJ adalah wilayah yang memang berdasarkan pengukuran kualitas udaranya tidak memungkinkan untuk dilakukan pelaksanaan kegiatan fisik lapangan,” jelasnya.
Ia menyebut laporan kondisi udara juga memuat sejumlah klasifikasi berdasarkan tingkat kesehatan dan kelompok umur. Informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.
Karena itu, kesiapan sektor kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Pemkab Kutim memastikan sejumlah kebutuhan pelayanan kesehatan terus diperhatikan, terutama fasilitas dan tenaga yang berada di lini pelayanan masyarakat.
“Untuk antisipasinya kita perkuat perawatan alat kesehatan, penyediaan masker dan penguatan tenaga medis,” katanya.
Penguatan tersebut diharapkan dapat memastikan fasilitas kesehatan tetap siap memberikan pelayanan apabila terjadi peningkatan keluhan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau mengikuti informasi dan arahan pemerintah berdasarkan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing. Dengan pendekatan berbasis kewilayahan, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat tanpa menerapkan pembatasan yang sama pada seluruh daerah.
Dengan demikian, perhatian Pemkab Kutim tidak hanya diarahkan pada penyesuaian aktivitas pendidikan, tetapi juga memastikan sistem pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi setiap kemungkinan dampak dari perubahan kualitas udara. (bn/adv/08)







