Ardiansyah Tekankan Pembangunan Merata dan Penguatan Sektor Produktif Kutim

Pidato Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) masih menempatkan pembangunan infrastruktur dan penguatan ketahanan pangan sebagai bagian utama dari agenda pembangunan daerah.

Bupati Ardiansyah mengatakan, pemerataan pembangunan infrastruktur dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian antara lain kondisi jalan dan jembatan, akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah terpencil, jaringan telekomunikasi, ketersediaan air bersih hingga elektrifikasi.

Salah satu yang menjadi fokus Pemkab Kutim, yakni menghadirkan penyediaan 1.000 rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah termasuk perluasan pelayanan air bersih dan peningkatan kualitas jalan terus didorong agar pelayanan dasar masyarakat semakin baik.

“Pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga manusia yang semakin sehat, berpendidikan, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik,” kata Bupati Ardiansyah.

Selain infrastruktur, sektor pangan menjadi perhatian pemerintah. Ardiansyah menyebut produktivitas padi Kutim pada 2024 mencapai 36,78 kuintal per hektare. Sementara pada 2025 tercatat 36,12 kuintal per hektare.

Pada tahun yang sama, produksi padi mencapai 15.165 ton dengan produksi beras sebesar 8.821 ton. Hal ini menunjunkan kerja keras yang di lakukan mulai terlihat

Menurutnya, sektor pertanian, peternakan dan komoditas pangan lainnya perlu terus diperkuat. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sektor tersebut juga memiliki potensi menjadi sumber pendapatan dan penggerak ekonomi daerah.

Pemerintah akan terus mendorong pengembangan sektor produktif agar pembangunan Kutim tidak hanya terkonsentrasi pada sektor ekstraktif.

Bupati Ardiansyah menegaskan pembangunan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen daerah, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi hingga masyarakat.

“Mari kita kuatkan gotong royong dan kita bangun Kutai Timur. Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, karena Kutai Timur adalah rumah kita bersama,” pungkasnya. (bn/adv/09)

Pos terkait

banner 468x60