Rasio Gini Kutim Dipatok Turun ke 0,285 pada 2027

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Rasio Gini Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2025 tercatat sebesar 0,305. Angka yang menggambarkan tingkat ketimpangan pendapatan itu kini ditargetkan rendah selama dalam dua tahun ke depan.

Rasio Gini merupakan ukuran ketimpangan distribusi pendapatan. Semakin kecil angkanya, semakin merata pendapatan masyarakat.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menyebut, berbagai kebijakan akan terus di hadirkan oleh pemerintah untuk terus menekan Rasio Gini, salah satunya melalui perubahan RKPD Tahun 2026, Rasio Gini ditargetkan berada pada kisaran 0,298 hingga 0,308. Target tersebut dipertegas pada RKPD Tahun 2027 dengan kisaran yang lebih rendah, yakni 0,285 hingga 0,300.

Menurut Ardiansyah, target tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan pemerataan, bukan hanya mengejar angka pertumbuhan.

“Kita tidak ingin kemajuan hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat atau hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu,” ujarnya.

Ia menekankan, pembangunan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik yang tinggal di pusat pemerintahan maupun di kecamatan dan desa yang jauh dari pusat pertumbuhan.

Untuk mewujudkan hal itu, Ardiansyah menyebut sejumlah agenda akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah. Melalui berbagai sektor yakni dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan konektivitas antarwilayah akan terus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Kutai Timur.

“ini yang akan terus kita kejar, dan saya harapkan dorongan ini bisa memicu pertumbuhan ekonomi kita agar semakin meningkat,”ucap Bupati.

Dengan target tersebut, Pemkab Kutim berharap ketimpangan pendapatan di daerah dapat ditekan sehingga hasil pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih merata oleh warga di seluruh wilayah Kutim, mulai dari pusat pemerintahan hingga desa-desa terjauh, serta manfaat pembangunan dapat dinikmati secara adil. (bn/adv/08)

Pos terkait

banner 468x60