Tutup Climbing Series, Wabup Kutim Soroti Pembinaan Atlet

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) lebih serius mencari bibit atlet sejak usia dini. Penjaringan itu, kata dia, harus dilakukan terbuka dan berpatokan pada kemampuan.

Harapan tersebut disampaikan Mahyunadi saat menutup National Climbing Series 3 Bupati Cup V Tahun 2026. Acara berlangsung di Sport Climbing Center, kawasan Bukit Pelangi, Sangatta.

Mahyunadi menyebut transparansi sebagai kunci. Ia yakin kompetisi yang adil membuka peluang yang sama bagi semua anak.

“Sepanjang rekrutmennya transparan, pasti bisa menghasilkan atlet-atlet yang luar biasa bagi Kutai Timur,” ujarnya.

Menurut dia, panjat tebing memperlihatkan kualitas atlet secara nyata. Kecepatan, teknik, dan keterampilan peserta langsung terlihat di arena. Karena itu, proses seleksi tidak boleh asal-asalan.

Mahyunadi lalu menyinggung prestasi atlet panjat tebing Indonesia di tingkat dunia. Capaian itu, katanya, bukti bahwa pembinaan yang tepat dan kesempatan terbuka mampu melahirkan juara.

Di sela acara, Ia melihat banyak anak berlatih dan bertanding dengan penuh semangat di arena. Semangat itu, menurutnya, perlu dirawat lewat fasilitas latihan, pendampingan pelatih, dan pembinaan yang terarah.

Ia berharap anak-anak yang punya minat dan bakat bisa terus berkembang hingga ke jenjang prestasi lebih tinggi.

Mahyunadi juga ingin kejuaraan seperti ini tidak berhenti sebagai ajang adu kemampuan. Ia menginginkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang lebih baik di Kutim.

Dengan sportivitas dan rekrutmen yang transparan, ia optimistis Kutim mampu melahirkan atlet potensial. Mereka diharapkan mengharumkan nama daerah dan menyumbang prestasi olahraga Indonesia. (bn/adv/08)

Pos terkait

banner 468x60