SANGATTA — Kabupaten Kutai Timur resmi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur. Upacara dan rangkaian kegiatan yang digelar di Sangatta pada 12 Oktober 2025 ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pembangunan daerah sejak berdirinya pada 1999, sekaligus memperteguh komitmen menuju Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Kabupaten Kutai Timur terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai, Kutai Timur terus berkembang. Dari lima kecamatan awal, kini telah menjadi 18 kecamatan dengan 139 desa, dua kelurahan, 15 desa persiapan, dan satu calon desa baru Martajaya. Dalam perjalanannya, Kutai Timur juga telah mengalami enam kali pemilihan kepala daerah, dengan sejumlah figur pemimpin yang memberikan kontribusi besar terhadap arah pembangunan daerah.
“Kutai Timur lahir dari semangat pemekaran dan otonomi daerah. Sejak berdiri, cita-citanya jelas membangun kemandirian, memperkuat ekonomi rakyat, dan menghadirkan kesejahteraan hingga pelosok,” ujar Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dalam pidato HUT ke-26.
Perayaan HUT ke-26 berlangsung meriah dan khidmat di halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Sangatta. Ribuan peserta hadir, mulai dari jajaran Forkopimda, anggota DPRD, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tokoh masyarakat, tokoh adat, Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Arifin, hingga pelajar.
Upacara dimulai dengan pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 dan dilanjutkan dengan penyampaian visi-misi Kutai Timur. Dalam amanatnya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa usia ke-26 adalah tonggak untuk memperkuat semangat kebersamaan dan mempercepat pemerataan pembangunan.
“Peringatan ini bukan hanya seremoni. Ini adalah panggilan tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Kita ingin memastikan pembangunan tidak berhenti di kota, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di pedalaman dan pesisir,” tegas Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, tiga kata kunci dalam tema peringatan kali ini bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan jangka menengah yang menjadi dasar visi Kutai Timur Hebat 2029.
“Tangguh berarti kita siap menghadapi tantangan zaman. Mandiri artinya membangun kemandirian ekonomi dengan mengoptimalkan potensi lokal. Dan berdaya saing berarti kita ingin menjadikan Kutai Timur sejajar, bahkan unggul di tingkat nasional,” jelasnya.
Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memaparkan sejumlah capaian strategis yang telah diraih Kutai Timur sepanjang 2025. Pemerintah berhasil memperluas jaringan air bersih hingga ke pelosok desa, membangun sumur bor, dan meningkatkan kapasitas pengolahan air bersih di daerah sulit akses.
“Kita ingin masyarakat di seluruh penjuru Kutai Timur memiliki akses air bersih yang layak konsumsi. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi bentuk tanggung jawab sosial pemerintah,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Di sektor energi, tingkat elektrifikasi Kutai Timur kini telah mencapai lebih dari 82%, membawa dampak besar terhadap kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah juga memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur dasar dan digitalisasi layanan publik.
Selain itu, berbagai sektor strategis seperti pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, dan peternakan terus dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah dan memperluas lapangan kerja.
Sebagai hasil kerja keras dan tata kelola pemerintahan yang baik, Kabupaten Kutai Timur berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di tahun 2025. Di antaranya:
* Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),
* Juara II Anugerah Keterbukaan Informasi Publik se-Kaltim,
* Penghargaan dari PERPAMSI pada ajang Indonesia Water and Wastewater Expo & Forum 2025 atas keberhasilan memperluas layanan air bersih,
* Baznas Award 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat,
* serta tiga penghargaan Palitrana Awards 2025 atas capaian jaminan sosial tenaga kerja sektor informal.
“Berbagai penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi tanda bahwa kita berada di jalur yang benar. Pemerintahan yang transparan dan akuntabel adalah fondasi menuju daerah yang tangguh dan dipercaya,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Selain itu, Kutai Timur juga menerima Panji Keberhasilan Bidang Kehutanan, Kepemudaan, dan Olahraga dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta akreditasi utama untuk Laboratorium Kesehatan Daerah (LAKESDA) dari Kementerian Kesehatan RI — bukti peningkatan mutu layanan publik.
Dalam rangkaian peringatan HUT, dilakukan pula penyerahan sertifikat tanah dari Kantor Pertanahan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk sejumlah fasilitas strategis, termasuk Bandara Uyang Lahai Kombeng, kantor kecamatan, serta puskesmas di berbagai wilayah.
Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada ASN berprestasi, Camat Long Mesangat, Bapak Rafiqin dan Lurah Teluk Lingga, Ibu Norma sebagai camat dan lurah terbaik tahun 2025.
Arsiparis teladan kategori keahlian tahun 2025. Sardiana, dari Dinas Lingkungan Hidup. Juara satu dan mendapatkan hadiah sebesar tiga juta rupiah. kepada juara satu Astuti, dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan nilai hadiah tiga juta rupiah. Selain itu, penulis buku lokal seperti Andi Purwati, Musni, Siti Ruswandiah, dan Azhari Nurwaqif juga menerima apresiasi karena turut memperkaya literasi daerah.
Dalam bidang keagamaan, pemenang MTQ tingkat Provinsi Kaltim juara pertama diberikan kepada Imranul Karim dengan cabang qiroat mujawad dewasa putra terbaik dengan bonus sebesar 50 juta rupiah dan cabang qiroat mujawad dewasa putri Pajrianti Nur sebagai juara pertama dengan nilai bonus sebesar 50 juta rupiah. adapun Muhammad Abdan cabang qiroat murottal dewasa putra sebagai juara pertama dengan nominal 50 juta rupiah.
Pemberian penghargaan kepada sejumlah wajib pajak teladan seperti PT Ganda Alam Makmur, PT PLN, PT Kaltim Prima Coal, serta Hotel Lavatera mendapat penghargaan atas kontribusi mereka terhadap pendapatan daerah.
Pemerintah juga memberikan penghargaan “Sekolah, Desa, dan Kecamatan Layak Anak”, dengan TK YPPSB Sangatta, SDIT Darussalam, SMP Negeri 1 Sangatta Utara dan Desa Swarga Bara sebagai penerima utama.
“Semua penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh pihak — ASN, masyarakat, dan dunia usaha. Tanpa kolaborasi, kemajuan tidak akan mungkin tercapai,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Dalam penutup pidatonya, Bupati Ardiansyah menyerukan agar seluruh elemen masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kita masih dihadapkan pada berbagai tantangan pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tapi saya yakin, dengan semangat tangguh, mandiri, dan berdaya saing, Kutai Timur akan terus melangkah menuju masa depan yang lebih hebat,” ujarnya penuh optimisme.
Perayaan ditutup dengan doa bersama dan parade kehormatan. Suasana penuh semangat dan kebanggaan itu menegaskan bahwa di usia ke-26, Kutai Timur semakin matang dalam visi dan kuat dalam aksi, menapaki jalan menuju Kutai Timur Hebat 2029, daerah yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi di jantung Kalimantan Timur. Bn.06.Wan







