RANTAU PULUNG – Bunda PAUD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini, sebagai benteng menghadapi derasnya arus globalisasi. Pesan itu ia sampaikan saat mendampingi Bupati Kutim, Adriansyah Sulaiman dalam peresmian Kantor Desa, Balai Desa, dan PAUD Tunas Harapan di Desa Pulung Sari, Kecamatan Rantau Pulung.
Menurut Siti Robiah, dunia pendidikan kini menghadapi tantangan serius, mulai dari ketimpangan akses, krisis karakter, hingga lemahnya literasi digital. Karena itu, lanjutnya, lembaga PAUD harus menjadi fondasi pembentukan nilai kejujuran, empati, dan disiplin anak-anak.
“PAUD mengajarkan kejujuran, empati, disiplin, dan gotong royong. Ini menjadi fokus utama Bunda PAUD saat ini,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Kutim yang telah memberikan pelatihan kepada 500 guru PAUD serta menyalurkan smart TV untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Menurut Siti Robiah, langkah ini penting agar anak-anak di desa tidak tertinggal dalam kesiapan menghadapi dunia digital. Meski tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menambahkan, Pemkab Kutim terus menjalankan program wajib belajar 13 tahun dan memperluas jangkauan pendidikan dasar. Salah satu caranya dengan menargetkan setiap desa memiliki satu lembaga PAUD.
“Pemkab Kutim terus berupaya memperluas akses pendidikan dengan menargetkan keberadaan PAUD di setiap desa,” kata Mulyono.
Peresmian PAUD Tunas Harapan yang dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjadi simbol nyata komitmen membangun generasi berkarakter sejak dini. (ADV/ProkopimKutim/BN)







