SANGATTA – Lahan bekas tambang di Telaga Batu Arang (TBA), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini berubah wajah, dari hamparan tanah gersang menjadi ladang jagung hijau berdaya ekonomi. Transformasi itu terwujud lewat kolaborasi antara Polres Kutim, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyebut, kegiatan penanaman jagung ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Kaltim untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Penanaman jagung ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Kaltim. Kami diminta menggandeng mitra daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden,” ujar AKBP Fauzan.
Empat kelompok tani terlibat langsung dalam proyek ini, yakni Karya Mandiri, Jaya Bersama, Karya Etam Bersama, dan Danau Batu Arang. Mereka mendapat pendampingan dari KPC, Polres Kutim, dan penyuluh pertanian dari DTPHP Kutim.
“Alhamdulillah, KPC mendukung penuh. Ke depan, hasil panen jagung ini diharapkan bisa diserap untuk kebutuhan pakan ternak dampingan perusahaan,” kata Fauzan.
General Manager External Affairs and Sustainable Development KPC, Wawan Setiawan, menegaskan dukungan penuh pihaknya terhadap inisiatif ini. Dukungan diberikan dalam hal penanaman, mapun pengolahan hasil panen melalui pabrik mini feed-mill KPC. “Jagung hasil panen menjadi bahan baku pakan ternak di pabrik mini feed-mill KPC,” jelasnya.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa lahan tambang tak harus berakhir mati. Justru bisa melahirkan produktivitas baru yang berkelanjutan. Dari TBA, jagung tumbuh membawa harapan: bahwa ketahanan pangan bisa lahir dari kerja sama antara negara, swasta, dan masyarakat.
(ADV/ProkopimKutim/BN)







