Kutim Mantapkan Gerakan Pengentasan ATS Lewat Penguatan Operator Data

SANGATTA – Upaya pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ditingkatkan melalui kerja kolaboratif antarinstansi. Salah satunya lewat Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Operator Data Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara beberapa waktu lalu.

Pelatihan ini mempertemukan operator Dapodik dari SD hingga SMP, lembaga nonformal, dan perwakilan sektor terkait. Tujuannya memperkuat pendataan agar verifikasi dan validasi ATS dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah, dalam penutupan kegiatan menegaskan bahwa persoalan ATS berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia daerah. Karena itu, data harus benar-benar akurat agar mereka bisa kembali masuk ke program Cap Jempol dan PKBM di kecamatan maupun desa,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan ATS membutuhkan gerakan kolektif. Disdukcapil, Kemenag, Bappeda, DPMDes, dan TP PKK disebut sebagai mitra strategis dalam pembaruan data tahunan, terutama karena perubahan domisili dan aktivitas orang tua sering kali memengaruhi status anak.

Hasil verifikasi sejak awal tahun menunjukkan penurunan ATS dari sekitar 13 ribu menjadi 9.644 anak. Meski belum sepenuhnya tuntas, Pemkab menilai capaian ini sebagai langkah awal yang signifikan.

Plt Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, menyebut penguatan operator Dapodik menjadi pondasi pendataan yang akurat. “Operator SD dan SMP punya peran penting dalam memverifikasi data siswa yang drop out atau tidak melanjutkan sekolah. Setelah pelatihan ini, mereka akan langsung turun ke sekolah binaan,” jelasnya.

Menurut Heri, gerakan ini meneguhkan komitmen pemerintah daerah bahwa setiap anak Kutim berhak atas akses pendidikan layak. (ADV/ProkopimKutim/BN)

Pos terkait

banner 468x60