PPTI Kutim Kampanyekan Pencegahan TBC dalam Gelaran Germas di Sandaran

SANDARAN – Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutai Timur (Kutim) hadir dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di halaman Kantor Camat Sandaran, Kabupaten Kutim. Mereka memberikan penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan Tuberkulosis (TBC) pada ratusan warga yang hadir.

Ketua PPTI Kutim yang juga Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menyampaikan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah terpapar TBC, salah satu penyakit dengan tingkat penularan tinggi ini.

”Penyakit TBC ini sangat cepat menular. Jadi jangan menunggu sakit untuk bertindak,” tegas Siti Robiah.

Ia juga menyoroti pentingnya peran kader, pendampingan pasien, serta kepatuhan berobat hingga tuntas bagi warga yang terkena TBC. “TBC bisa disembuhkan dengan sempurna asal rutin berobat. Kader-kader di kecamatan harus terus memberi edukasi dan mengawal agar TBC tidak menular,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PPTI Kutim, Muhammad Yusuf menjelaskan tanda-tanda TBC secara lugas. Mulai batuk lebih dari tiga minggu, penurunan berat badan, hingga demam berulang. “Kalau ada yang batuk lebih dari tiga minggu, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, sering demam, itu sudah tanda-tanda TBC,” jelasnya.

Ia menyarankan, agar orang yang mengalami gejala seperti itu segera memeriksakan diri. Ia menjelaskan, satu penderita bisa menularkan ke lima belas sampai dua puluh orang. Ia juga menekankan etika batuk dan penggunaan masker bagi pasien TBC sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Yusuf juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengonsumsi obat hingga tuntas. “Kalau tidak tuntas, penyakitnya akan lebih sulit diobati. Jadi, harus patuh minum obat setiap hari sesuai anjuran dokter,” tegasnya.

PPTI Kutim menargetkan eliminasi TBC melalui penguatan kader desa yang bertugas mendata, memantau, dan mengawal pengobatan pasien. Mereka menargetkan Kutim bebas TBC pada 2030. (ADV/ProkopimKutim/BN)

Pos terkait

banner 468x60