Sangatta – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur menegaskan bahwa penyaluran beasiswa bagi calon mahasiswa dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas tertentu. Hal ini disampaikan menanggapi pertanyaan mengenai upaya menjangkau peserta didik dari daerah terpencil di Kutai Timur.
Kebijakan ini dinilai penting mengingat keterbatasan anggaran yang tidak memungkinkan pemberian bantuan kepada semua pelajar. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa bantuan yang tersalurkan tepat sasaran dan dapat memberikan dampak yang maksimal.
“Tergantung kan dari untuk identitas para mahasiswa nanti itu ternyata kan beasiswa ini kan ada dua skala prioritas yang menjadi penilaian satu oleh karena prestasinya di dalam sekolah itu Kedua adalah kemampuan orang tua siswa, kan seperti itu faktor utama untuk diberikan program pemerintah dalam hal memberikan beasiswa berupa finansial itu selain itu semisal semuanya diberikan beasiswa kan tidak akan mungkin, ada poin-poin yang skala prioritas dilakukan pemerintah Kutai Timur,” ujar Yulianus Palangiran, Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur.
Dengan demikian, prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga menjadi indikator kunci dalam proses seleksi. Diharapkan, mekanisme ini dapat menyentuh pelajar-pelajar berprestasi dari kalangan kurang mampu, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil, sehingga kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dapat terbuka lebar.
Penerapan skala prioritas diyakini dapat mengoptimalkan manfaat program beasiswa ini. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada yang paling membutuhkan dan berhak. (ADV)







