BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan, pengajuan 32 proyek multiyears bukan hanya memoles infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh kecamatan. Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor, mengatakan, pembangunan harus berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Kalau infrastrukturnya kuat, warga akan lebih mudah mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang belum merata membuat masyarakat di wilayah pedalaman kerap mengalami akses terbatas terhadap layanan dasar. Karena itu, 16 proyek diarahkan khusus agar memperbaiki jalan antar kecamatan.
Tak hanya jalan, Pemkab Kutim juga memasukkan proyek pelabuhan Rp200 miliar agar mendukung distribusi barang dan aktivitas usaha. “Pelabuhan ini akan membuka pintu baru bagi aktivitas usaha masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah mengalokasikan Rp600 miliar pada tahun 2026, Rp900 miliar pada 2027, dan sisanya pada 2028. Dengan skema bertahap ini, pembangunan diharapkan dapat berjalan konsisten dan tidak terputus akibat keterbatasan anggaran.
Noviari menegaskan, multiyears adalah bentuk komitmen pemerintah menghapus ketimpangan pelayanan publik. “Kami ingin memastikan pembangunan menjangkau semua lapisan warga,” katanya.
Ia juga menekankan, pembangunan fisik bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk menghadirkan keadilan sosial. “Kami ingin setiap rupiah memberi manfaat nyata,” ujarnya menutup. (adv/diskominfokutim/yap)







