BORNEONUSANTARA, SANGATTA — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur menyerahkan piagam penghargaan kepada puluhan donatur setia yang andil dalam penggalangan dana kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara. Acara simbolis itu dirangkai dengan konferensi pers serta pemaparan laporan distribusi bantuan di markas PMI Kutim, Kamis (22/1/2026).
Perwakilan individu, komunitas warga, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga lembaga sosial bergantian naik panggung menerima penghargaan. Tak ketinggalan, pelajar dan anggota Pramuka yang turun tangan menggalang dana juga kebagian piagam.
Ketua PMI Kutai Timur, Kasmidi Bulang, “Solidaritas masyarakat Kutai Timur luar biasa. Ini bukan sekadar soal jumlah donasi, melainkan kepedulian nyata dan tanggap terhadap saudara-saudara kita di daerah bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh dana yang terkumpul sudah disalurkan lewat saluran resmi PMI, memastikan bantuan tepat sasaran dan langsung berguna bagi korban.Banjir yang melanda Aceh dan Sumatera Utara mengakibatkan Ratusan rumah terendam, ribuan warga mengungsi, dan akses jalan tertutup lumpur.
Respons cepat PMI Kutim menjadi salah satu contoh nyata gotong royong lintas daerah di tengah musim hujan ekstrem yang kian sering menerpa nusantara belakangan ini. PMI Kutim merinci proses pengelolaan donasi dari awal hingga akhir, Laporan singkat itu ungkap bagaimana dana dihimpun lewat berbagai kanal, didistribusikan via koordinasi dengan PMI pusat dan cabang setempat, lalu dimanfaatkan untuk logistik darurat, kebutuhan pokok, serta layanan kesehatan.
“Kami prioritaskan transparansi supaya publik percaya,” ujar Sekretaris PMI Kutim, Wilhemus Wio Doi, yang turut hadir .Wilhemus menyinggung rencana lanjutan. “Nanti kami tiba di sana pada 29 Januari. Langsung serahkan bantuan, sekaligus tinjau lokasi untuk pengenalan lebih dalam,” ujarnya.

Agenda itu diharapkan memperkuat jejaring kemanusiaan antarwilayah. Kegiatan ini bukan hanya pertanggungjawaban, tapi juga panggilan untuk aksi lebih luas. PMI Kutim optimis, semangat donasi bakal menular ke isu kemanusiaan lain, baik lokal maupun nasional.







