PMI Kutai Timur Galang Dana untuk Korban Banjir Aceh: Siswa Sisihkan Uang Saku, Tim Berangkat Minggu Depan

BORNEONUSANTARA, SANGATTA — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur mengumumkan rencana penyaluran donasi sebesar Rp 350 juta bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera. Dana tersebut terkumpul dari berbagai pihak selama hampir sebulan, termasuk relawan, perorangan, perusahaan, serta anak-anak PMR dari berbagai sekolah di wilayah Kutai Timur.

Wawancara yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kutai Timur, Kasmidi Bulang, yang didampingi Sekretaris PMI Kutim, Wilhemus Wio Doi dan Wakil Ketua Bidang Rela Bencana Misbahul Khair.

Kasmidi menyampaikan rasa syukur atas kepedulian masyarakat Kutai Timur terhadap musibah yang melanda Aceh Tamiang dan sekitarnya. Ia menekankan bahwa donasi akan digenapkan menjadi Rp 350 juta untuk dibelikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Tim PMI Kutai Timur berencana berangkat pada 28 Januari mendatang menuju Medan, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Aceh Tamiang untuk menyerahkan bantuan langsung ke sekolah-sekolah terdampak.

“Kita akan genapkan Rp350 juta, nanti akan kita belikan perlengkapan sekolah untuk anak-anak kita yang korban bencana di sana,” ujar Kasmidi Bulang.

Perlengkapan tersebut sudah dipersiapkan dalam bentuk paket oleh PMI setempat di Medan, termasuk seragam dan alat tulis yang sangat dibutuhkan pasca-bencana.

Penyaluran bantuan difokuskan pada sektor pendidikan karena setelah bencana awal, kebutuhan mendesak seperti baju dan selimut sudah terpenuhi oleh berbagai pihak, termasuk bantuan internasional.

“Kenapa kita ngambil pendidikan karena memang pasca bencana anak-anak sekolah yang kita sasarannya,” tambahnya.

Selain itu, 80 persen donatur berasal dari pelajar SD, SMP, dan SMA di Kutai Timur, sehingga program ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan agar korban bisa kembali belajar.

Donasi mengalir deras dari dewan guru, kepala sekolah, pembina PMR, relawan STIS, universitas, hingga perusahaan, bahkan Basnas menyumbang 130 eksemplar Al-Quran yang juga diminta korban. Data penerima bantuan sudah terhimpun melalui koordinasi dengan PMI Aceh, meliputi sekolah-sekolah di berbagai kecamatan.

Keberangkatan tim tidak membebani donasi karena biaya perjalanan ditanggung secara terpisah, dan relawan muda dari YPPSB serta SMA Sandaran akan ikut mewakili.

Pos terkait

banner 468x60