
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah melaksanakan interview penilaian Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (Pemdi) 2026 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Selasa (22/9/2026).
Pelaksanaan penilaian yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut, dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Noviari Noor, Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian serta Perwakilan Perangkat Daerah.
sebanyak 20 indikator yang dinilai, sebagian besar sudah dipenuhi Kutim dengan nilai cukup hingga baik, namun masih ada catatan yang perlu segera dibenahi dalam waktu dekat.
Ditemui awak media usai kegiatan, Noviari Noor mengatakan, dari keseluruh penilaian yang sudah di lakukan, masih teedapat data dukung yang belum sepenuhnya lengkap. Namun, demikian, tim assesor (penilai) memberikan tenggat waktu selama lima hari ke depan untuk melengkapi data dukung di setiap perangkat daerah sebagai bagian dari proses penilaian.
“Dalam 5 hari ke depan kami akan melakukan penyempurnaan. Dan insya Allah seluruh data dukung yang di butuhkan sudah siap,”ucapnya.
Dari keseluruhan aspek penialaian, diirnya menyebut, ada tiga aspek yang menjadi perhatian utama dalam proses penilaian, yakni tata kelola, sumber daya manusia (SDM), dan pengamanan digital.
Sebagai daya dukungnya, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda ini menyebut, Pemkab Kutim sudah menyiapkan infrastruktur pendukung hingga tingkat desa. Hal ini menjadi bukti komitmen untuk segera mewujudkan pemerintahan digital yang terintegrasi, merata, dan mampu memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Intinya kita hanya perlu penyempurnaan data-data.dari infrastruktur secara garis besar kita sudah memiliki itu, cuma beberapa masih ada yang menjadi titik kelemahannya, seperti proses bisnis dan sebagainya yang masih butuh penyempurnaan,” kata Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar H Siburian
Ia menambahkan, salah satu syarat penting dalam penilaian Pemdi adalah kelengkapan legalitas, yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan OPD terkait agar proses pengumpulan data dukung yang akan di gunakan dalam proses interview Kinerja PEMDI bisa disiapkan secara lengkap, akurat, dan sesuai dengan indikator yang menjadi dasar penilaian.
“Data dukung ini yang kita siapkan dan lengkapi, karena nanti akan menjadi bahan dalam proses interview. Kita ingin seluruh capaian yang sudah dilakukan Pemkab Kutim dapat disampaikan dan dibuktikan dengan data yang sesuai,” ujarnya. (bn/adv/08)







