Potensi Ekraf Kutim Terus Tumbuh, 700 Lebih Pelaku Masuk Database Dispar

Kepala Bagian Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, akhmad Rifanie

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi salah satu sektor yang saat ini terus berkembang sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di Indonesia. Di Kabupaten Kutai Timur sendiri, sektor yang identik dengan kreativitas dan banyak di gandrungi anak muda sebagai salah satu lini ekonomi yang cukup menjanjikan di beberapa tahun belakang ini terus mengalami peningkatan.

Tercatat sebanyak 700 pelaku Ekraf sudah masuk dalam daftar yang di rilis oleh Dinas Pariwisata Kutim. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi adanya perkembangan sektor industri kreatif yang menajdi salah satu penggerak ekonomi yang ada di Kutim.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie mengatakan, peningkatan jumlah pelaku ekraf membuktikan adanya peluang usaha yang menjanjikan selain menjadi sektor pertambangan dan perkebunan yang memang menjadi penopang utama saat ini di Kutim.

“Ini membuktikan, kita (Kutim) terus berkembang ,”ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya saat ini tengah menyiapkan sebuah langkah untuk memberikan ruang yakni dengan melakukan verifikasi jumlah para pelaku ekraf. Hal ini bertujuan untuk memastikan jumlah pelaku, jenis subsektor yang digeluti, serta potensi yang dimiliki sebagai dasar dalam menentukan program pengembangan ekraf ke depan.

“Untuk saat ini kita harus punya database mereka dulu, setelah itu kita bisa hitung berapa jumlah pelaku di tiap subsektor. Data itu nanti bisa digunakan untuk mengambil kebijakan maupun implementasi program yang bisa kita berikan. Termasuk (data) bisa di manfaatkan oleh stekholder terkait,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa secara aktif mendaftarkan atau melapor ke Dinas yang beralamat di jalan Prof.Dr. Sudiatmo kawsan Pemeirntahan Bukit Pelangi, Sangatta, agar Pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah, jenis usaha, serta subsektor ekonomi kreatif yang berkembang di daerah.

“Kami juga memanfaatkan berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan pendataan yang terus berjalan, Bidang Ekraf berharap ke depan Kutai Timur memiliki basis data pelaku ekonomi kreatif yang lebih akurat dan komprehensif, sehingga kebijakan maupun dukungan program, termasuk akses permodalan dari lembaga keuangan, bisa lebih tepat sasaran. (bn/adv/08)

Pos terkait

banner 468x60