SANGATTA – Belum lama ini Bank Dunia akhirnya akan mendistribusikan pembayaran pertama dana karbon yang dibebaskan untuk hutan di Provinsi Kalimantan Timur setelah bertahun-tahun diurus oleh pemerintah. Penyaluran tersebut melalui program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) Kalimantan Timur.
Ratusan miliar rupiah bakal diterima Provinsi Kalimantan Timur. Mengutip laman kaltimprov.go.id, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Djoko Hendratto menyampaikan telah menerima USD20,9 juta atau sekitar Rp313 miliar yang akan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Selanjutnya delapan daerah pemerintah sebesar Rp260 miliar.
Besaran pembagian dana nya menjadi dua, pertama Rp110 miliar melalui skema APBD. Kedua, Rp150 miliar bakal disalurkan ke 441 desa menggunakan lembaga yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pun termasuk daerah penerima program FCPF-CF.
Menanggapi perihal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim dari Fraksi PDI Perjuangan, Yusuf Silambi, mengungkapkan kontrak dari Bank Dunia membuktikan bahwa wilayah Kalimantan Timur mempunyai peranan penting. Terutama pada isu global dalam hal ini penurunan emisi gas rumah kaca.
“Alhamdulillah anggaran kita tahun 2023 ini cukup besar, sehingga dari DPRD tidak terlalu mempersoalkan. Yang penting realisasinya, walaupun kecil,” kata legislator berkacamata itu kepada awak media.
Meski begitu, dia mengakui bahwa pembagian dana karbon buat Kutim terbilang kecil. Mengingat adanya proporsi untuk delapan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kaltim.
Ketika ditanya tentang pengawasan kontrol tersebut, Yusuf Silambi memastikan pengawasannya langsung dari pemerintah. Di samping itu tentu berkoordinasi dengan komisi yang membidangi di DPRD Kutim. Dalam hal ini Komisi A dan B.
“Karena kedepan dapat informasi akan ditambah tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selain Kutim daerah lain yang menerima dana karbon melalui program FCPF-CF0 yakni Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Paser, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan. (bn/idi/adv)







