SANGATTA – Ramadhani, Anggota DPRD Komisi D Kutai Timur, menegaskan komitmennya dalam menyalurkan berbagai program bantuan, termasuk di bidang pendidikan, secara menyeluruh kepada masyarakat, khususnya selama masa reses. Hal ini disampaikannya di Sangatta.
“Saya setiap kali reses saya selalu bilang,” ujarnya. Ia mengakui bahwa data yang dimilikinya terbatas pada data pemilihnya sendiri. “Untuk ini ya, karena yang saya punya data kan data pemilih saya aja. Kalau untuk yang lain kan saya nggak tau.”
Namun, prinsip yang diterapkannya adalah untuk semua. “Tapi ini berlaku untuk semua,” tegas Ramadhani.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya bantuan pendidikan bagi anak-anak. “Ketika ada anak yang tidak sekolah karena biaya, Itu kan ada beasiswa, dan beasiswa itu 1 juta lah, dan uang itu hanya untuk keperluannya dia. Baju dapat, Buku dapat.” Ia juga menambahkan, “Apalagi sekarang, daftar sekolah, gratis semua di kita sekolah nya.”
Ramadhani menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut telah dianggarkan. “Nah itu saya anggarkan.” Khusus untuk warga di daerah pemilihannya, kebijakan ini diterapkan secara aktif. “Tapi kalau di pemilih saya, itu saya berlakukan semua untuk semua tim saya. Saya daftarkan semua untuk sekolah SD dan SMP.”
Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan memastikan anak-anak dapat terus mengenyam pendidikan tanpa kendala biaya.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah di daerah perkotaan masih 2,5 tahun lebih tinggi dibandingkan di daerah pedesaan, mencerminkan ketimpangan kesempatan mengenyam pendidikan. Pakar pendidikan Sari Mustafah menegaskan, “Pemerataan biaya pendidikan bukan sekadar masalah keadilan sosial, melainkan investasi strategis untuk mencegah hilangnya potensi anak bangsa hanya karena faktor ekonomi.” (ADV)







