SANGATTA – Perkiraan Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun ini sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami musim kemarau pada awal April hingga Juni. Dan puncaknya terjadi pada Juli dan Agustus.
Berdasarkan prediksi BMKG itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmy, meminta warga mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak dari fenomena El Nino.
“Memang sudah beberapa simposium dengan dinas terkait dan kami juga sudah menyampaikan bahwa ini harus diantisipasi,” ujarnya kepada media ini, Senin (5/6).
Mengingat pembelajaran dari pengalaman pada tahun 80-an menunjukkan bahwa terjadi kemarau berkepanjangan. Di mana saat itu menyebabkan masuknya air laut ke sungai Sangatta. Sehingga warga mengalami kelangkaan pasokan air.
“Waktu itu orang mengambil air tawar itu sampai daerah kabo sana, karena semua sumur-sumur itu kering, kemudian air sungai yang notabenenya menyediakan air tawar dari sungai rupanya air asing masuk ke dalam sungai, sampai kesana,” ungkapnya saat ditemui para awak media.
Selain itu, Jimmy juga mengungkapkan perhatiannya terhadap Perseroan Daerah Air Minum (PDAM) yang harus memiliki cadangan air. Penampungan udara dari daerah PIT J seharusnya terhubung dengan sistem PDAM secara menyeluruh di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan.
“Mudah-mudahan bisa mengantisipasi kelangkaan air bersih, air tawar khususnya nanti,” harapnya. (bn/idi-bt/adv)







