SANGATTA – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jimmy, beberapa waktu lalu berkunjung ke Komisi V DPR RI, Jakarta. Katanya kunjungan itu dalam kerangka memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dialokasikan ke pembangunan Pelabuhan Kenyamukaan.
Jumlah anggaran yang akan diberikan oleh pemerintah pusat melalui APBN berkisar puluhan miliar rupiah untuk melanjutkan proyek strategi yang berada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Pada Rabu, (28/6/2023) Jimmy juga mengungkapkan bahwa Komisi V DPR RI sudah memberikan konfirmasi terkait janji sebelumnya mengenai dukungan ke Pelabuhan Kenyamukan tak akan dilupakan. Usulan tersebut sudah dimasukkan dalam program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023.
“Dapat informasi dari sana dananya diberikan tahun ini dengan angka sekitar 60 atau 70 miliar kalau tidak salah,” ujar Anggota DPRD Kutim itu belum lama ini.
Proyek pembangunan Pelabuhan Kenyamukan memiliki tiga sumber pendanaan, yaitu dari pihak swasta, PT Kaltim Prima Coal (KPC), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta APBN.
Sebagai legislator dari Partai Keadilan Sejahtera, Jimmy berharap komitmen yang menjanjikan kepada Kabupaten Kutim tidak akan tergoyahkan, karena masyarakat Kutim sudah lama menunggu pembangunan Pelabuhan Kenyamukan.
Apalagi Pelabuhan Kenyamukan bakal menjadi akses penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mempercepat kemajuan daerah. Keberadaan pelabuhan itu akan menjadi ‘jembatan’ penghubung antara Kutim dengan kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
“Tentu ini tidak berpengaruh pada ekonomi masyarakat Kutim jika sudah beroperasi,” pungkasnya. (bn/idi/adv).







