Kebiasaan Titip Menitip Siswa Ditanggapi Lesgislator Kutim

SANGATTA – Yan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memberikan tanggapan terkait isu “Titip-menitip siswa” dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Yan menekankan bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk pendidikan anak-anak mereka.

Bacaan Lainnya

“Yang menjadi masalah pemerintah harus menyiapkan seluruh sekolah yang ada menjadi setara agar tidak muncul lagi tahun demi tahun tip-menit itu,” kata Yan.

Ia juga menyarankan agar pemerintah menerapkan standar yang sama di semua sekolah, karena jika kualitas pendidikan di semua sekolah sama, diyakini tidak akan ada praktik ‘titip-menitip anak’.

Menurut Yan, hal ini sangat berdampak bagi orang tua siswa, karena menciptakan kesan bahwa beberapa sekolah dianggap terbaik, beberapa sekolah maju, dan beberapa sekolah tidak berkualitas.

“Barangkali yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita kedepan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan prasarana yang ada, dan ini adalah tugas kita bersama dan kita ingin terus berbenah untuk perbaikan pendidikan kita kedepan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Yan juga membayar masalah gaji guru honorer dan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D), dan pentingnya perbaikan penghasilan mereka oleh pemerintah. Menurutnya, pekerjaan mereka hampir sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun penghasilannya jauh lebih rendah.

“Kalau kita dari komisi D mendorong terus ini ke pemerintah agar melakukan perbaikan-perbaikan terhadap upah yang ada,” terangnya.

Selain itu, Yan menyebutkan bahwa pembayaran yang seharusnya sudah diatur oleh peraturan dan dijamin pembayaran minimal. “Malu dong kita, kita menekan perusahaan untuk membayar sesuai upah minimum. Loh, kita sendiri belum, kan ini hal yang miris bagi kita,” tutupnya. (bn/idi-bt/adv)

Pos terkait

banner 468x60