Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Apansyah, mengajak para lulusan siswa di Kutai Timur untuk mempertimbangkan pendaftaran di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur.
Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada generasi muda di daerah tersebut untuk mengembangkan ilmu dan potensi di bidang pertanian. Pada hari Rabu (21/06/23), Apansyah menyampaikan pesannya kepada adik-adik siswa SMA, mengatakan bahwa potensi Kutai Timur dalam bidang pertanian sangat besar dan ia mengharapkan mereka untuk bergabung dengan STIPER.
“Pesannya untuk adik adik SMA. biacara tentang STIPER ,harapan saya yah bergabung karena memang potensi kita luar biasa di bidang pertanian ini,” ungkapnya
Ia menjelaskan bahwa STIPER Kutai Timur merupakan institusi pendidikan tinggi yang bertekad untuk melahirkan tenaga ahli di bidang pertanian, serta mendorong pertumbuhan dan inovasi di sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. Apansyah mengajak mereka untuk memanfaatkan keberadaan STIPER yang dapat memberikan banyak peluang pengembangan.
“Jadi dengan adanya STIPER saat ini banyak sekali yang bisa di Kembangan,” ajaknya
Apansyah juga mengaitkan perusahaannya yang bergerak di bidang pertanian, mengungkapkan bahwa di masa depan perusahaannya pasti akan membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahlian yang ditawarkan oleh STIPER. Ia menganggap potensi STIPER sangat besar, terutama dalam hal perikanan air tawar yang tidak terdapat di wilayah tersebut.
“Saat ini saya juga hari ini menjadikan perusahaan bergerak di bidang pertanian, orientasinya di Kutai Timur. Salah satunya tidak ada perikanan air tawar, disini di stiper ada jurusan ada programnya dan itu potensi yang luar biasa,” tutupnya
Dalam konteks ini, STIPER Kutai Timur telah mengumumkan pembukaan penerimaan mahasiswa baru (PMB) untuk tahun ajaran 2023/2024. Kampus tersebut menawarkan 7 Program Studi unggulan yang memungkinkan calon mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di sektor pertanian secara umum. (bn/er/adv)







