SANGATTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyoroti pentingnya pembinaan terhadap para pengurus Koperasi Merah Putih di tingkat lapangan. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk memastikan program tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan awalnya dan memberikan manfaat nyata.
Akhmad Sulaeman, Anggota DPRD Kutai Timur, menyatakan komitmen pihaknya dalam hal ini. “Kalau kami dari DPRD sendiri sudah pasti, meminta kepada khususnya pemerintahan agar betul-betul bisa memberikan pemahaman kepada pengurus yah, agar betul betul memahami bagai mana pola kerja yang diinginkan oleh koperasi merah putih itu sendiri,” tegasnya.
Permintaan ini dilandasi kekhawatiran akan tidak optimalnya implementasi program di lapangan. Tanpa pemahaman yang menyeluruh tentang visi, misi, dan mekanisme kerjanya, Koperasi Merah Putih berisiko hanya menjadi wadah yang tidak berfungsi secara maksimal.
Lebih lanjut, Sulaeman menekankan pentingnya pelatihan yang komprehensif. Ia menambahkan, “Jadi harapan kita harus ada nanti pengurus yang ada itu betul betul bisa diberikan pelatihan atau bimbingan teknis semacam itu biar bisa memiliki suatu pemahaman yang kuat tentang keberadaannya dia.”
Bimbingan teknis tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman pengurus mengenai fungsi strategis koperasi. Pada intinya, kehadiran Koperasi Merah Putih harus dipandang sebagai organisasi yang melayani kepentingan kolektif. “Jelas intinya mereka itu hadir untuk seluruh masyarakat,” pungkas Sulaeman menegaskan. Dengan fondasi yang kuat, koperasi ini diharapkan mampu menjadi engine penggerak perekonomian desa yang inklusif dan berkelanjutan. (ADV)







